palu kota teluk

Minggu, 07 September 2008

Pemkot Buka Pendaftaran CPNS

PALU- Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Andiwan Pahlawan Bethalembah baru-baru ini mengatakan, September ini akan ada seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kota Palu. .

Menurut Andiwan, soal jumlah CPNS yang akan diterima hingga saat ini belum diketahui karena belum ada keterangan resmi dari pemerintah pusat. Namun gambaran yang diberikan pendaftaran dibuka untuk sekitar 600 CPNS.
“Berapa pastinya quota yang diberikan oleh pemerintah pusat belum tahu, tahun 2007 lalu saja yang mendaftar 2000 orang lebih, ternyata yang di ACC pusat cuma 6 orang. Berapa nanti yang mendaftar kita buka saja,” katanya.
Dia mengatakan, formasi yang akan diterima, minimal jenjang pendidikan Diploma 1 hingga hingga Strata 1. Sedangkan untuk jenjang Strata 2 keatas tidak ada. Selain karena minim, saat ini yang telah menyelesaikan Strata 2 sebagaian besar sudah berstatus pegawai.
“Minimal D1, soalnya bagi yang lulusan SMA sudah terakomodir sebagai pegawai honorer,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekot) Palu, Arifin H Lolo, saat dimintai keterangannya tentang hal ini mengaku belum mengetahui informasi ini. Namun berdasarkan jumalah yang akan diterima berdasrkan formasi penerimaan pada bulan April dan Oktober.
“Saya belum tahu kalau ada surat masuk tentang hal ini, soalnya belum ada laporan. Nanti saya tanyakan duklu ke kepala BKD,” katanya. (joko)

Dua Kadis Baru Dilantik, Walikota : DLHK Harus Lakukan Terobosan

PALU – Dua kepala dinas (Kadis) baru dalam lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu dilantik Walikota Palu, Rusdi Mastura, Rabu (3/8) di Auditorium Pemkot Palu.

Kedua kepala dinas itu yakni Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Ruhendy Yotomarungai dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar), Roby Siwi. Pelantikan itu sekaligus menjawab teka-teki, siapa yang mengisi kekosongan jabatan di dua dinas tersebut pasca ditinggalkan Boby Wowor dan M. Rum Parampasi.
Selain Kepala DLHK dan Budpar juga dilantik Kepala Puskesmas Mabelopura Kelurahan Duyu, Drg. Lutfiah Sahabudin MKM menggantikan Dr.Agustina Rante B Allo.
Pada kesempatan itu Walikota juga melantik sejumlah pejabat Eselon. Unutk Eselon II sebanyak 4 orang, Eselon III sebanyak 6 orang, Eselon IV dan Fungsional sebanyak 3 orang, di berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Dalam sambutanya Walikota Palu Rusdi Mastura mengharapkan, semua pejabat yang telah dilantik dapat bekerja secara maksimal dalam memanfatkan potensi yang dimiliki Kota Palu termasuk potensi sumber daya alam, budaya dan wisata.
Pada kesempatan itu Walikota berpesan khusus kepada Kadis DLHK, Ruhendy Yotomarungai, agar dapat melakukan terobosan baru dalam mengatasi persoalan sampah di kota ini.
Kepala DLHK, Ruhendy Yotomarungai usai pelantikan mengatakan, salah satu program prioritas yang dilakukan di dinasnya yakni menambah pengawas kecamatan dan menugaskan stafnya secara bergilir dalam mengawasi, meninjau masalah sampah di lapangan.
“Yang jelas, saya akan meneruskan program yang telah dimulai Pak Wali dalam hal membersihkan seluruh wilayah kecamatan dari sampah,” katanya.
Selain itu Ruhendy juga menegaskan, pihaknya akan memperlancar honor pengabdi kebersihan dan mengupayakan jaminan kesehatan bagi pengabdi kebersihan.
“Saya akan lebih banyak turun ke lapangan dan terus mempelajari dan memperbaiki sistem dan manajemen yang ada,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Mabelopura, Drg Lutfiah Sahabudin mengatakan, akan tetap meneruskan program-program yang telah dilaksanakan Kepala Puskesmas sebelumnya.
Selain itu, kata dia akan menerapkan sistem pembukuan yang transparan dan akuntabel.
“Yang menjadi prioritas utama bagi saya yaitu, melakukan pembenahan di Puskesmas Mabelopura di semua level dengan melibatkan seluruh komponen mulai dari level paling bawah hingga atas. (joko)

Rukar akan Dibangun di Kayumalue Ngapa

PALU – Kementerian Perumahan Rakyat RI, melalui Pemerintah Kota Palu akan membangun Rumah Karyawan (Rukar) di Kelurahan Kayumalue Ngapa Kecamatan Palu Utara, dalam waktu dekat ini.
Hal ini dikatakan Walikota Palu, Rusdy Mastura, Rabu (3/9), Rukar tersebut rencananya akan dibangun sebanyak 30 unit diatas lahan seluas 50 hektar.
Dia menyebutkan, kepastian rencana pembangunan karyawan itu diperoleh setelah beberapa dari staf Kementerian Perumahan Rakyat datang ke Palu dan menyampaikan rencana tersebut kepada dirinya.
“Alhamdulillah, mereka datang dan menawarkan untuk membangun 30 unit rumah karyawan,” katanya.
Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dharma Wangsa mengaku belum mengetahui adanya rencana pembangunan itu.
“Saya belum tahu, karena saya masih konsentrasi pada persoalan sampah,” ujarnya
Menurut Dharma, adanya kepastian dari Menpera terhadap rencana pembangunan 30 unit rumah karyawan itu, merupakan jawaban dari proposal program yang diajukan Pemerintah Kota Palu beberapa waktu lalu.

“Yang saya tahu, dulu pemkot pernah mengirimkan proposal program ke Menpera, mungkin ini sudah jawabannya,” tandasnya. (joko)

Palu Barat Bebas Sampah

PALU – Kecamatan Palu Barat kurun dua hari terakhir ditargetkan bebas dari sampah hingga akhir ramadhan.
Hal itu terlihat dengan dikerahkannya sebanyak 21 unit armada sampah dan alat berat berupa Bolduser, yang berasal dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) maupun Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi Kota Palu Guna mengangkut sampah yang tersebar di wilayah tersebut.

Walikota Palu, Rusdy Mastura, Selasa (2/9) mengatakan, dalam waktu tiga hari mulai dari Senin (1/9) kemarin, wilayah Kecamatan Palu Barat ditagetkan bebas sampah. Menurutnya, untuk mencapai target tersebut, mulai hari ini (Selasa, 2/9) pemerintah kota (Pemkot) mengerahkan seluruh unit armada pengangkut sampah, untuk membersihkan seluruh sampah yang berada di tempat pembuangan sementara (TPS) di wilayah Palu Barat.
Walikota menyebutkan, alasan memprioritaskan wilayah Palu Barat, sebab produksi sampah wilayah itu terbilang cukup besar di Kota Palu.
“Kita Selesaikan dulu Palu Barat ini, target tiga hari. Kalau sudah selesai Palu Barat pindah lagi ke wilayah yang lain,” kata Rusdi Mastura.
Sementara itu, Camat Palu Barat, Dahyar AK Muhammad kepada Media Alkhairaat di lokasi pembersihan mengatakan, hal ini dilakukan agar wilayah Kecamatan Palu Barat terlihat bersih selam bulan Ramadhan.
“Semua tempat baik di tempat pembuangan sampah sementara maupun pada tempat lain, sampah-samaph di bersihkan untuk menjaga keindahan dan kebersihan selama bulan Ramadhan,” katanya.
Dia mengatakan, aksi bersih di sejumlah tempat pembuangan sampah di Kecamatan Palu Barat ini, merupakan instruksi dari Walikota untuk menjaga kebersihan.
“Bukan hanya di kecamatan Palu Barat tetapi semua kecamatan di Kota Palu akan mendapat giliran dibersihkan,” ujarnya.
Dari pantauan Media Alkhairaat di lokasi pembersihan, sejumlah tempat di wilayah Kecamatan Palu Barat seperti di Jalan Mangga, Jalan Mangga I, dan Jalan Kemiri.
Bahkan seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) memperingati sejumlah pedagang buah yang berada di sekitar jalan tersebut.
“Besok-besok saya lihat lagi ada sampah tertumpuk disitu, jangan marah kalau saya bongkar tempat ini, sudah di kasih kebijakan malah bikin susah, sekali lagi lebih baik jualan ini saya bongkar dari pada masyarakat sekitar sini marah,” ujarnya sambil berlalu. (joko)

Pelantikan Wawali Sebelum Lebaran

PALU- Pelantikan Walikota Palu, pengganti Suardi Suebo rencananya akan dilakukan sebelum hari raya Idul Fitri.

Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan (Tapem) Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Ansyar Sutiadi Rasyid, kepada Media Alkhairaat, Senin (1/9) mengatakan, Pemkot telah mengirim surat ke dewan, untuk menyampaikan perihal dua nama sebagai pengganti Wakil Walikota yang telah diajukan Partai Golkar Kota Palu.
“Sudah, hari ini (kemarin,red) sudah dikirim ke dewan,” kata Ansyar.
Menurut dia, dua nama yang diajukan itu selanjutnya akan digodok DPRD Kota Palu, untuk menentukan siap yang bakal menduduki posisi Wawali pasca ditinggalkan Suardi Suebo.
Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu, Andi Mulhanan Tombolotutu, mengatakan, pelantikan wakil wali (wawali) Kota Palu yang baru ditargetkan sebelum hari raya Idul fitri.
“Target sebelum lebaran Idul Fitiri ini semua proses sudah selesai. Dan wawali pengganti Pak Suardin sudah dilantik,” kata Mulhanan.
Kata Mulhanan, dari nama yang telah diajukan ke Pemerintah Kota (pemkot) Palu oleh Partai Golkar Kota Palu, yakni diirnya sendiri serta Supratman Andi Atgas.
Dia menyebutkan, dua nama itu akan diproses melalui beberapa tahapan, diantaranya adalah pembentukan panitia khusus (pansus), yang bertugas membahas tata tertib. Selanjutnya dibentuk panitia kerja (panja), bertugas melakukan verifikasi persyaratan bakal wawali. (joko)

Hari Ini, Kadis Budpar dan DLHK Dilantik

PALU – Dua jabatan Kepala Dinas di jajaran Kota Palu yang kosong yakni Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dipastikan hari ini (Rabu, 3/9) akan terisi. Hal itu dibuktikan dengan rencana dilantiknya dua pejabat tersebut oleh Walikota Palu, Rusdi Mastura.

Sekretaris Kota (Sekot) Palu, Arifin H Lolo, kepada Media Alkhairaa, Selasa (2/9) mengatakan, membenarkan adanya rencana pelantikkan dua kepala dinas tersebut. Menurut dia, dasar pelantikan kedua kadis tersebut, adalah kekosongan jabatan pada kedua dinas itu.
Selain melantik dua kadis tersebut kata Arifin H Lolo, Walikota juga akan melantik dua bendahara yakni Bendahara Dinas Perkebunan dan Kelautan serta Bendahara Badan Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah (BPKKD).
Khusus Kadis DLHK sebut Arifin H Lolo, pelantiaknnya sifatnya mendesak, mengingat persoalan sampah yang harus mendapat perhatian serius. Begitu juga dengan Kadis Budpar, pasca habisnya masa tugas mantan Kadis Rum Parampasi. Roda kepemimpinan hanya dikendalikan oleh pejabat sementara (Pjs) dalam hal ini oleh Kepala Bagian Tata Usaha.
“Semua ini dilakukan untuk kelancaran administrasi dan operasional di dua instansi tersebut,” katanya.
Namun demikian, Arifin menolak memberitahu siapa nama pejabat yang bakal dilantik oleh Walikota.
“Yang jelas pelantikan kali ini bukan berdasarkan PP 41, kalau itu formasinya baru nanti bulan Desember,” kata Arifin.
Ditempat terpisah Walikota Palu, H Rusdy Mastura, meski membenarkan keterangan Sekot Arifin H Lolo, soal pelantikan dua kepala dinas serta beberapa pejabat kepala bagian, yang akan dilaksanakan hari ini. Walikota juga menolak dengan tegas untuk menyebutkan nama-nama yng telah dipersiapkan.
“Nanti saja, kalau sudah dilantik. Kalau kalian sudah tulis di Koran, saya ganti lagi itu, supaya tidak ada yang berharap-harap,” kata Rusdi Mastura.
Informasi yang berhasil dihimpun di Pemkot Palu, Pejabat yang akan dilantik sebagai Kepala DLHK dan Kadis Budpar tersebut, mencuat dua nama yang cukup kuat yakni Kabag Perlum Pemkot Palu, Roby Siwi bakal dilantik sebagai Kadisbudpar, sedangkan Kadis Pol-PP Ajenkris, bakal dilantik sebagai Kadis DLHK. (JOKO)

Jumat, 29 Agustus 2008

Ketua DPRD Palu, Mulhanan Tombolotutu, Saya Akan Berdayakan Aparatur, Dengan Memberikan Peluang Dan Kesempatan


TEKA-TEKI pengganti Suardin Suebo sebagai Wakil Walikota (wawali) Palu akhirnya terjawab. Andi Mulhanan Tombolotutu, jauh hari sudah diprediksikan bakal menduduki kursi empuk Suardin Suebo sebagai wawali. Apa saja gebrakan yang akan dilakukan Mulhanan, jika sudah menjadi wawali. Berikut wawancara wartawan Media Alkhairaat, Joko Santoso dengan Andi Mulhanan Tombolotutu:

Golkar sudah menetapkan rekomendasi dua nama calon wawali?

Ya, dari rapat pleno kemudian ada masukan-masukan, maka ditetapkan dua nama, saya dan Supratman Andi Attas.

Sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar anda wajar terpilih, tapi mengapa juga Supratman Andi Attas jadi pilihan?

Dia dianggap memiliki kemampuan, karena dia pernah menjadi kandidat calon wakil bupati di Kabupaten Tolitoli. Sehingga dia sudah memiliki visi untuk menjadi seorang wakil bupati.

Jika dilihat dari sudut pandang apapun dan dari manapun, bisa dipastikan Anda yang akan jadi wawali?

Iya, tapikan kita harus menumbuhkembangkan demokrasi. Maka yang memiliki peluang juga sama, artinya sama-sama kader dari Partai Golkar. Dan mekanisme harus jalan dan kita tempuh kan? Usulan harus dua, berarti usulan ya harus dua.

Masksudnya Anda pasti naik sebagai wawali?

Kan kita lihat dulu prosesnya. Inikan kita mengikuti tahapannya, pertama permintaan dua nama dari Pemerintah Kota (pemkot). Nanti walikota menetapkan dua nama, dan diusulkan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dan DPR sesudah melakukan paripurna, membentuk Panitia Khusus (Pansus), untuk membahas Tata Tertib (tatib) pemilihan, setetah selesai dibahas tatib pemilihan, baru dibentuk Panitia Kerja (panja).

Kemudian tugas pansus adalah membuat tatib pemilihan, dan tugas panja adalah membahas verifikasi calon wawali. Ketika dia sudah lengkap sesuai dengan perundag-undangan, maka dilakukan pemilihan dalam sidang paripurna.

Siapa yang dipilih, kemudian diputuskan dan ditetapkan dalam status surat keputusan. Untuk dikirimkan ke Menteri Dalam Negeri (mendagri), melalui kepala daerah dan gubernur.

Ada yang menilai proses atau tahapan pemilihan ini hanya formalitas saja?

Mau dibilang hanya formalitas ya silakan saja. Karena kita mengikuti perundang-undangan yang ada.

Ada isu berkembang di masyarakat, Anda sudah mengukur baju seragam dinas wawali?

Oh..itu keliru, itu keliru dan bohong besar. Karena kalau ba ukur baju itu satu jam bisa. Jadi sampai sekarang saya belum pernah melangkah ke penjahit, begitu. Itukan kan hanya rumor saja kan? Sama dengan kalau orang kalah dalam pilkada-pilkada kan sudah lihat dia bajalan kaki sendiri kan? Sama dengan itu, wah tentu sudah baukur baju itu. (sambil tertawa lebar).

Bagaimana perasaan bapak kalau jadi wawali? Orang bilang jabatan wawali ini jabatan di leher begitu, karena Anda punya atasan. Sedang sebagai ketua dewan Anda mendominasi?

Tugasnya yang berbeda, tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya yang berbeda. Kalau di sana (wawali) sebagai eksekutor, sedangkan di sini sebagai legislator, gitu. Di sana teknis, operasional gitu, sedangkan di sini strategis.

Apa persiapan khusus yang sudah Anda lakukan?

Sebenarnya persiapan khusus saya hanya membantu tugas-tugas kepala daerah saja. Membantu tugas-tugas walikota, (sambil tersenyum). Jadi kalau selama ini saya hanya memberi masukan kepada walikota, menyarankan. Tapi kalau sekarang, bedanya saya sudah sebagai pelaksana.

Jadi ketika ada rumusan-rumusan program, yang sifatnya strategis, itu bias langsung di-implementasikan. Saya tidak akan menunggu tangan orang lain kan? Jadi melalui tangan saya bisa langsung saya laksanakan. Tapi kalau di sini kan hanya sebatas memberi masukan dan aran. Tidak punya kewenangan sama sekali untuk mengambil kebijakan. Kalau di sana, sifatnya saya memberikan masukan kepada walikota, dan kalau walikota berkata, jalankan, ya saya jalankan.

Dan dalam hal-hal tertentu, ada kewenangan yang diberikan dari walikota, maka saya bisa mengambil sikap dan kebijakan. Dan tidak hanya sebatas saran, hanya itu saja intinya itu.

Dari sekian banyak saran dan masukan, yang pernah diberikan kepada eksekutif apa yang hingga saat ini belum terlaksana secara maskimal?

Saran yang merupakan kebijakan strategis program yang ada di DPRD inikan, dilaksanakan oleh Pemkot. Misalnya bagaimana penguatan kelembagaan, bagaimana bisa memberdayakan instruksi-instruksi masyarakat. Supaya partisipasi masyarakat itu bisa lebih kelihatan, begitu. Program pemberdayaan dan sebagainya, itukan saran-saran? Kalau dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Kerja Daerah (SKPD) atau tidak, kitakan tinggal evalusasi.

Hanya sebatas itu, jadi memberi saran, memberi masukan kemudian melakukan pengawasan dan mengevaluasi. Kalau sekarang (jadi wawali) tidak, sudah bisa disikapi atau ditindaklanjuti. Panggil (kepala-kepala SKPD), ini laksanakan, ini laksanakan, sudah bisa kan? Kalau disini tidak bisa, bukan kewenangan.

Sisa waktu jabatan sebagai wawali yang akan ada pegang kan relatif singkat? Apa yang akan anda lakukan, dengan waktu yang singkat itu nanti?

Ya saya hanya bisa baagimana mewujudkan visi-misi walikota. Kan saya tidak punya visi sendiri? Inikan paket, jadi meneruskan kebijakan-kebijakan pak wali. Yang tugas-tugasnya itu, yang diberikan kepada Pak Suardin. Maka kebijakan-kebijakan atau tugas-tugas yang diberikan pak wali kepada Pak Suardin, itu yang akan saya lakukan. Yang berbeda itu mungkin hanya irama, tapi substansinya tidak berbeda. Jadi irama maksud saya itu, dalam mengimplementasikan, mungkin yang berbeda adalah gaya kepemimpinan saja. Jadi kalau Pak Suardin itu lebih berorientasi pada efisiensi, dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan kepada dia. Maka saya lebih pada efektifitas, gitu.

Banyak pandangan, sebagaian besar kepala SKPD keteteran mengimbangi pola pikir pak wali, yang dikatakan orang laju. Bagaimana menurut Anda?

Sebenarnya, pak wali itu sangat visioner, langkah majunya. Nah, perlu upaya mediasi, jadi harus upaya mediasi, apa sesungguhnya yang menjadi konsep dasar pak wali. Dalam melihat Kota Palu, dalam sekian puluh tahun kedepan. Dan yang harus dilaksanakan, kalau misalnya Kota Palu kedepan itu seperti ini, hari ini akan dilaksanakan. Nah, perlu ada mediasi, maka mungkin saya bisa memposisikan diri, untuk memediasi apa sesungguhnya pikiran pak wali kedepan. Kemudian, untuk mewujudkan pikiran seperti itu, apa yang dilakukan hari ini. Mungkin peran itu yang akan saya laksanakan untuk memberikan pemahaman kepada teman-teman SKPD.

Teman-teman SKPD itu sebenarnya bukan tidak punya kemampuan. Tapi pemahaman terhadap apa keinginan pak wali, itu yang kadang-kadang dilihat orang keteteran.

Tapi bagaimana dia mau mengimplementasikan, mau membumikan ini pikirannya pak wali. Nah, kalau ini dibentuk team work, kemudian di diskusikan, sebenarnya apa keinginan pak wali. Itu bisa dimplementasikan dalam bentuk program-program dalam setiap SKPD. Jadi kalau misalnya 25 tahun akan datang itu, Palu ini dari visi pemerintahan jadi pusat perdagangan, sentra industri dan pariwisata. Maka apa yang harus dilakukan hari ini, untuk mewujudkan 25 tahun akan datang. Apa yang dilakukan hari ini, itu yang harus kita pikirkan, supaya bisa pikiran pak wali itu bisa membumi. Dalam artian bisa dilaksanakan secara bertahap. Jadi tahun pertama, kedua, ketiga hingga tahun berikutnya. Lima tahun pertama apa, lima tahun kedua apa, dan seterusnya. Lima tahun kedua bisa dilaksanakan ketika lima tahun kedua sebagai landasan itu sudah dibuat.

Tapi masa tugas jabatan wali itukan terbatas hanya lima tahun?

Ya, tapi kan inikan visi pemerintah kota, bukan visi pemimpin kota. Visi pemimpin kota itu acuan kita untuk lima tahun, tapi visi pemerintah kota itu berjangka 25 tahun.

Persoalan paling hangat hari ini adalah kelistrikan. Apa konsep anda untuk menyelesaikan persoalan ini?

Listrik inikan sudah tidak ada persoalan, hari ini kita mengundang PLTU dan PLN. Tapi sebenarnya konsep untuk bagaimana rencana kelistrikan daerah untuk jangka waktu lima sampai sepuluh tahun ke depan itu sudah ada. Inikan persoalan yang terjadi baru-baru ini, hanya persoalan sistem kontrak yang harus diubah.

Ketika sistem kontraknya tidak dirubah, maka PLTU itu, tidak akan mengoperasikan mesinnya, karena ia akan rugi. Tapi ketika sudah di tandatangani, sistem kontrak itu. Maka PLTU akan mensuplai listrik semaksimal mungkin. Sekarang ini sebenarnya bukan rusak, tapi melakukan pemerilaharaan berkala itu. Makanya mungkin hari ini (kemarin) selesai.

Kemarin saya kesana (PLTU) dengan pak wali. Yang perlu itu adalah kalau bisa saya melakukan kajian.

Jadi ada tiga hal penting yang menjadi prioritas. Pertama melakukan update potensi.

Maksudnya tiga hal yang jadi prioritas itu janji Anda?

Ya, yaitu data base, jadi data base itu harus menjadi prioritas. Karena ketika kita merencanakan, ketika kita menyusun program, ini yang menjadi dasar.

Kedua adalah studi, jadi semua program yang berorientasi pada studi terhadap potensi kewilayahan. Studi tehadap berbagai persoalan ditingkat kota. Studi sosial, itu perlu dilakukan. Maka alokasi anggaran itu, kalau 2009 itu harus diarahkan pada tiga hal.

Pertama adalah menghitung data, data base, potensi, wilayah.

Kedua itu adalah melakukan studi. Sehingga menghasilkan visi, menghasilkan kajian-kajian. Sehingga ketika kita melangkah, menyusun program kita sudah punya acuan. Kita coba untuk melakukan mapping (pemetaan) terhadap persoalan itukan harus melalui studi?.

Yang ketiga adalah penyelesaian aset, termasuk pembebasan-pembebasan lahan yang dibutuhkan, jadi tiga hal ini.

Ini yang menjadi kunci, sehingga SKPD-SKPD bisa melaksanakan program-programnya. Kalau tiga hal ini dilakukan, itu yang akan saya coba di sisa masa jabatan saya, yang tinggal 2 tahun ini. Ini yang akan menjadi prioritas, dan pelibatan multipihak, dalam menyelesaikan tiga hal itu.

Misalnya untuk menghimpun database disejumlah SKPD itu, keterlibatan kampus keterlibatan teman-teman NGO, untuk membantu SKPD perlu dikerjasamakan.

Kemudian melakukan studi juga demikian, jadi melibatkan para ahli, teman-teman di NGO dan kampus, untuk melakukan kajian yang lebih strategis. Sehingga menghasilkan kebijakan atau rumusan, yang bisa dijadikan dasar untuk mengambil kebijakan. Kalau pada tingakat implementasi, pasti ada persoalan-persoalan pertanahan, lokasi. Karena kita akan membangun, yang namanya membangun itu pasti ada, yang namanya suatu kawasan yang baru.

Maka tataruang yang menjadi guidance (acuan), kawasan itu dijadikan apa-apa.

Karena setia saat, pelaksanaan program itu pasti akan bersentuhan dengan ruang. Jadi kalau kita sudah punya data base, studi sudah ada, tinggal melaksanakan. Maka anggaran itu harus diarahkan kesitu dulu, supaya tidak mubazir kita. ***